Study in The Qatar Faculty of Islamic Studies

March 15, 2009 at 6:14 am | Posted in Info | Leave a comment
Tags: , ,

The Qatar Faculty of Islamic Studies (QFIS) is offering

full-scholarships for the following programs:

1. Master of Arts in Islamic Studies with a specialization in
Contemporary Fiqh
2. Master of Arts in Islamic Studies with a specialization in Religions
and Contemporary thought
3. Master of Arts in Public Policy in Islam
4. Master of Science in Islamic Finance
5. Diploma in Islamic Finance
6. Diploma in Islamic Studies

Note: only the first two programs require a bachelors of religious
studies as a pre-requisite

Scholarships include tuition, housing etc. for international students

Deadline for applying: 31 March, 09
Deadline for submitting language results (TOEFL & Arabic test): 13
August, 09

Please visit the website for the admissions and scholarship forms and
for further details.

Contact Information:

Admissions Office
Qatar Faculty of Islamic Studies
P.O Box 34110
Doha, Qatar
Phone: +974 4546560 / +974 4546559
email: nalmerikhi@qfis. edu.qa
website: http://www.qfis. edu..qa

http://www.qfis. edu.qa/output/ page122.asp

Info from : cenya95

Teknologi Informasi dan Telekomunikasi bagi Subpok Arab

September 21, 2008 at 6:36 am | Posted in Info | 5 Comments
Tags: , ,

Perkembangan teknologi informasi dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat, sehingga akhirnya akan meningkatkan produktivitas. Perkembangan teknologi informasi memperlihatkan bermunculannya berbagai jenis kegiatan yang berbasis pada teknologi ini, seperti e-government, e-commerce, e-education, e-medicine, e-e-laboratory, dan lainnya, yang kesemuanya itu berbasiskan elektronika.

Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, pendidikan, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.

Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan dan teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global. Peran yang dapat diberikan oleh aplikasi teknologi informasi ini adalah mendapatkan informasi untuk kehidupan pribadi seperti informasi tentang kesehatan, hobi, rekreasi, dan rohani. Kemudian untuk profesi seperti sains, teknologi, perdagangan, berita bisnis, dan asosiasi profesi. Sarana kerjasama antara pribadi atau kelompok yang satu dengan pribadi atau kelompok yang lainnya tanpa mengenal batas jarak dan waktu, negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor lainnya yang dapat menghambat bertukar pikiran.

Perkembangan Teknologi Informasi memacu suatu cara baru dalam kehidupan, dari kehidupan dimulai sampai dengan berakhir, kehidupan seperti ini dikenal dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik. Continue Reading Teknologi Informasi dan Telekomunikasi bagi Subpok Arab…

(Native Speaker) الأصلي المتكلم

September 15, 2008 at 5:07 pm | Posted in Info | 1 Comment
Tags: ,

المتكلم الأصلي (Native speaker) adalah salah satu sarana belajar mengajar yang menggunakan tenaga pengajar dari negara daerah bahasa target tersebut. Dikelas bahasa Arab, native speaker dilaksanakan setelah ujian tengah dengan menggunakan tenaga pengajar dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) di Indonesia. Namun karena waktu itu LIPIA libur dan para pengajarnya banyak yang pulang kenegaranya masing-masing menjelang Ramadhan, maka belajar dengan الأصلي المتكلم (native speaker) baru bisa dilaksanakan pada tanggal 21 Agustus 2008.

Kegiatan belajar bersama الأصلي المتكلم (native speaker) dilaksanakan satu minggu sekali yaitu pada hari kamis, dari jam pertama sampai istirahat panjang (sholat dzuhur). Pengajarnya yaitu, Ust. Abdul ‘Aziz, DR dan Ust, Dhou, DR, yang berasal dari negara Sudan.

Dalam pelaksanaannya siswa KIB Arab ’08 sangat antusias dalam mengikuti pelajaran yang diberikan oleh native speaker, terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh siswa tentang pelajaran bahasa Arab dan kebiasaan dari ucapan yang biasa diucapkan oleh orang Arab. Selain itu siswa KIB Arab ’08 berharap kegiatan belajar bersama native speaker dapat dilaksanakan hingga akhir pendidikan atau setelah ujian akhir.

Lettu Inf Syahril, KIB Arab ’08

Metode Pengobatan Kay

May 29, 2008 at 12:47 am | Posted in Info | 4 Comments

oleh : Sulaiman

Metode pengobatan dengan nama “Kay” adalah metode pengobatan peninggalan berasal dari daerah Timur Tengah lalu metode ini berkembang di daerah cina dan metode ini dipergunakan oleh para “sinshe“ di Indonesia, jadi sebagian masyarakat Indonesia sebenarnya sudah mengenal metode ini.

Metode pengobatan ini adalah metode yang menggunakan “sayatan api” atau menggunakan bara api yang menyala untuk membakar atau menyundutkan bagian tubuh tertentu dalam usaha mengobati penyakit tertentu sejenis rematik dan encok atau penyakit yang diakibatkan oleh sulitnya menggerakkan anggota tubuh akibat kerja keras dan umum menyebutnya penyakit rematik/encok terutama akibat pengaruh perubahan suhu udara panas dingin, maka di daerah gurun pasir suhunya termasuk ekstrim, kalau siang di gurun bisa mencapai diatas 60 derajat celcius dan kalau malam bisa mencapai di bawah 5 derajat celcius.

Asal mula praktek pengobatan ini terdiri dari tiga tahap :

1.         Tahap pertama pasien dikubur di padang pasir yang memiliki derajat panas + 50 derajat celcius selama 15 menit, jika pasien merasa sembuh dari rasa pegal, cape, lelah dan merasa segar bugar dan tenaganya pulih kembali maka tidak dilanjutkan dengan tahap kedua.

2.         Tahap kedua setelah pasien diangkat dari kuburan pasir tersebut lalu diberi tanda pada bagian-bagian tubuh tertentu yang masih dirasakan sakit, pemberian tanda harus lengkap.

3.         Tahap ketiga pasien disundut atau ditempelkan dengan bara api menyala pada bagian tubuh yang telah diberi tanda, akibat penyundutan tersebut, pasien menderita luka bakar. Saat pasien menderita luka bakar  sebenarnya pasien telah merasa sembuh dari penyakit sejenis rematik/encok tersebut.

           

Perkembangan metode ini di Cina adalah perubahan cara menyundutnya atau bara api tidak ditempelkan pada kulit bagian tubuh yang sakit dengan cara mendekatkan dan menjauhkan dengan kulit pada bagian yang sakit tersebut, sehingga pasien terhindar dari luka bakar.

 


Entries and comments feeds.