Memburu Kebahagiaan…..

October 9, 2008 at 7:43 am | Posted in Artikel | 7 Comments
Tags: ,

Bahwa insan hidup di dunia ini pasti mencari kebahagiaan, tidak ada insan hidup di dunia ini yang mencari kesengsaraan dan penderitaan.

Menurut Aristoteles bahwa “ Bahagia “ itu untuk semua manusia, walau binatang sebenarnya juga merasa bahagia namun kita tidak mengetahuinya tentang bahasa binatang itu sendiri.

Menurut Prof. Hamka bahwa “ Bahagia “ itu bermacam-macam misalnya :

–          Orang yang sakit akan merasakan bahagia jika ia sembuh,

–          Orang yang sedang jatuh cinta, ia akan merasakan bahagia jika diterima cintanya,

–          Orang yang miskin akan merasakan bahagia jika ia terpenuhi kebutuhannya, dan lain   sebagainya.

Kita  sebagai  umat  Islam  akan  merasakan  kebahagiaan  jika  Qona’ah “menerima apa yang ada dan mensyukurinya”( tetap berikhtiar tanpa menyerah)” serta mau diatur oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW, bukan menerima apa adanya ( tidak ada usaha) .

Dalam Surat Al-Ahzab ayat :71 yang artinya “ Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu dan barang siapa mentaati Allah dan Rosulnya maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.

ada 3 kelompok ukuran kebahagiaan:

Materialisme, orang yang selalu mementingkan dunia dan tidak percaya lagi    dengan kehidupan Akherat , sepanjang hidupnya untuk kebahagiaan dunia saja.

Ideologisme, orang yang selalu mementingkan akherat saja dan tidak pernah memikirkan kehidupan dunia, sepanjang hidupnya untuk mencari kehidupan akherat.

Dualisme , orang yang selalu mementingkan dunia dan akherat, karena dalam Islam dianjurkan keseimbangan antara keduanya, kita mau meraih kebahagiaan akherat tanpa dunia tidak akan tercapai, kita sebagai Pengabdi negara sudah selayaknya dan sepantasnya mengikuti aliran yang Dualisme ini. Marilah pada  hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1429 H momen yang sangat bagus ini kita mulai / manfaatkan yang sebaik-baiknya keseimbangan antara dunia dan akherat sehingga kita menjadi insan yang benar-benar bertakwa kepada Allah SWT dan semoga puasa ramadhan    1429 H masih “ koma dan bisa ketemu dengan ramadhan 1430 H, karena bila sudah “titik berarti kita sudah tidak menemui puasa ramadhan di tahun yang akan datang.

http://qolilmuh.wordpress.com.

Advertisements

Sifat-sifat hati yang sehat

July 22, 2008 at 9:33 am | Posted in Artikel | Leave a comment

Untuk mendapatkan hati yang sehat, milikilah sifat-sifat sebagai berikut : Adil, jujur, dapat dipercaya, banyak bersyukur kepada Allah, banyak memuji Allah, penolong, benci karena Allah, berani, berkemauan keras, berkorban karena Allah, berdzikir, cinta kepada Allah, , fathanah, harap dan takut kepada Alllah , iklas hati, ingat mati ,istiqamah, kasih karena Allah, lemah lembut dalam bicara, menerima kenyataan hidup, mengendalikan nafsu ., menghindari dosa, menjaga kesucian, penyantun kepada orang yang lemah, murah hati, optimis dalam bekerja, pantang putus asa, sabar dalam nenerima ujian hidup berbaik sangka kepada orang lain, gemar memaafkan, tabligh, takut karena Allah, taubat, tawakkal ,qanaah.

Sumber Penyakit Jiwa

July 15, 2008 at 9:52 am | Posted in Artikel | Leave a comment

Untuk mencapai kesejukan hati, maka jauhilah sifat-sifat ini:

Tidak tahu malu, senamg dipuji, pemarah, suka membangkang, angkuh, ingin menang sendiri, pelit,bodoh, tidak sabar, sombong , durhaka, lekas putus asa, tidak kenal jasa orang, senang mengumpulkan harta, suka mencela , tikak menerima nasihat orang, takut mati, mudah terbakar emosi, suka menggunjing , penjilat, ria , rendah diri, kecut hati, gemar mencela, enggan memaafkan orang, gila jabatan, buruk sangka, suka mengungkit, ingkar janji, keras kepala, licik, pemalas, suka membantu dengan maksud pamrih,

Mengenal Dirinya

July 14, 2008 at 9:14 am | Posted in Artikel | Leave a comment

HIKMAH

Mariam

Barang siapa mengenal dirinya , maka akan mengenal tuhannya. Pendidikan diri dapat dicapai dengan keterbukaan diri dan berbicara dengan diri, sungguh, Allah selalu mengetahui diskusi diri kita. Kebenaran yang sejati ada pada Allah, sedangkan pada manusia ada kecenderungan baik dan buruk.

Tidur dua puluh tahun

July 14, 2008 at 9:11 am | Posted in Artikel | Leave a comment

Imam Ghazali berkata” Seseorang yang tidur selama 8 jam perhari, berarti dalam usianya 60 tahun, ia telah tidur selama 20 tahun. Tinggal usia 40 tahun digunakan antara beribadah, bermain-main, melakukan kesia-siaan dan maksiat


Entries and comments feeds.