Latar belakang penamaan bulan islam

September 10, 2008 at 3:51 pm | Posted in Sejarah | 4 Comments
Tags: ,

1. Bulan Muharram. Muharram artinya “yang diharamkan” atau yang “dipantangkan”. Dinamakan bulan Muharram karena pada bulan ini dilarang untuk berperang. Kemudian larangan ini dicabut/dimansukh dengan turunnya firman Allah surat Al-Baqarah ayat 191 yang artinya “Dan bunuhlah mereka dimana saja kamu dapati.”

2. Bulan Shafar. Shafar artinya “kosong” atau “kuning”. Bulan shafar artinya bulan kosong. Jadi dinamakan bulan shafar karena pada bulan ini semua laki-laki bangsa Arab tempo dulu meninggalkan rumah, ada yang pergi berperang, berniaga, mengembara dan sebagainya sehingga rumah-rumah penduduk menjadi kosong dari laki-laki.

3. Bulan Rabi’ul Awal. Rabi’ artinya “menetap” dan Awal artinya pertama. Rabiul Awal artinya menetap pertama. Dinamakan demikian karena pada bulan ini semua laki-laki yang tadinya meninggalkan rumah, sudah kembali berada di rumah masing-masing.

4. Bulan Rabi’ul Akhir. Rabi’ artinya menetap dan Akhir artinya penghabisan. Rabiul Akhir artinya menetap penghabisan. Dinamakan demikian karena pada bulan ini, semua laki-laki yang tadinya meninggalkan rumah, kini telah menetap kembali di rumah masing-masing untuk penghabisan kalinya.

5. Bulan Jumadil Awal. Jumadi artinya kering atau beku dan Awal artinya pertama. Jumadil Awal artinya kering atau beku pertama. Dinamakan demikian karena pada bulan ini bangsa Arab tempo dulu mengalami kekeringan air atau air menjadi beku. Parit kering, sumur kering dan lembah-lembahpun kering atau air menjadi beku.

6. Bulan Jumadil Akhir. Jumadil Akhir artinya kering penghabisan atau beku penghabisan. Dinamakan demikian karena pada bulan ini mereka mengalami kekeringan air untuk penghabisan kekeringan air untuk penghabisan kalinya.

7. Bulan Rajab. Rajab artinya mulia. Bulan Rajab berarti bulan mulia. Dinamakan bulan Rajab karena bangsa Arab tempo dulu sangat memuliakan. Ada 4 macam cara mereka memuliakan yaitu :

a. Apabila tiba tanggal 1 Rajab mereka menyembelih anak unta yang pertama sebagai kurban (fara’).

b. Kemudian pada sekitar tanggal 10 Rajab kembali melakukan penyembelihan kurban. Yang disembelih tidak lagi harus anak unta yang pertama. Kurban ini di namakan ‘atirah.

Adapun penyembelihan kurban pada tanggal 1 dan 10 rajab yang sangat terkenal pada zaman jahiliah telah dibatalkan oleh ajaran Islam.

8. Bulan Sya’ban. Sya’ban artinya berserak-serak. Bulan sya’ban bulan berserak-serak karena pada bulan ini masyarakat Arab tempo dulu berserak-serak pergi kelembah mencari air disebabkan mereka mengalami kesulitan air untuk kesekian kalinya. Atau dinamakan demikian karena pada bulan ini terdapat berserakan kebajikan.

9. Bulan Ramadhan. Ramadhan artinya panas sangat terik atau terbakar. Dinamakan bulan Ramadhan karena cuaca pada bulan ini di jazirah Arab sangat panas, sehingga kalau orang berjalan kaki di padang pasir tanpa alas kaki, pastilah kakinya hangus terbakar. Atau dinamakan bulan ramadhan karena pahala orang puasa ramadhan dapat membakar dosa-dosanya yang terdahulu sesuai sabdanya “barang siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan ikhlas karena Allah niscaya diampuni Allah segala dosanya yang terdahulu.

10. Bulan Syawal. Syawal artinya naik, bulan syawal artinya bulan naik. Dinamakan demikian karena pada bulan ini bila orang Arab hendak naik unta dipukul belakang unta, ekor unta menjadi naik, sedangkan pada bulan lain tidaklah demikian halnya.

11. Bulan Dzulqa’dah. Dzulqa’dah artinya yang empunya duduk. Dzul artinya yang empunya dan Qa’dah artinya duduk. Dinamakan bulan Dzulqa’dah karena pada bulan ini semua laki-laki duduk-duduk di rumah tidak ada yang musafir atau meninggalkan rumah.

12. Bulan Dzulhijjah. Dzulhijjah artinya yang empunya haji. Dinamakan demikian karena pada bulan ini umat manusia sejak dari Nabi Adam melakukan ibadah haji.

4 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Wah ini gambar ka’bah kebanjiran ya bu Marie…

  2. assalamu alaikum.menginformasikan ttg foto ka,bah kebanjiran,ka,bah kebanjiran difoto tsb terjadi pada tahun 1991.In memory of the wednesday flood year 1941/1360 h.

  3. iya bener itu foto ka’bah kebanjiran. pak munir yang mengisi artikelnya. trima kasih pak munir.

  4. Pak, Bu, boleh nanya ya..
    *Bulan Rajab: Mengapa kegiatan berkurban tersebut kemudian dibatalkan? Apakah dlm artian menjadi sunah (tidak wajib lagi), makruh atau haram?
    *Bulan Syawal: Kl hanya pd bulan ini orang naik unta dg memukul belakang unta, bagaimana pd bulan lain? Apa memang hrs lain caranya?
    Terima kasih..

    ———————


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: