Daulah Abbasiyah

August 27, 2008 at 2:31 am | Posted in Sejarah | 5 Comments
Tags: , , ,

Daulah Abbasiyah adalah suatu dinasti yang menguasai dunia Islam pada masa klasik dan pertengahan islam, kemudian dikenal juga dengan sebutan Daulah Abasiyah. Daulah ini berkibar setelah menumbangkan Dinasti Umayah. Dimanakan dinasti Abasiyah, karena para pendirinya adalah keturunan Abbas (Bani Abbas) paman nabi Muhammad SAW dan pendirinya adalah Abu Abbas As –Saffah. Pada zaman Daulah Abbasiyah inilah masa kejayaan dan masa keemasan islam mencapai puncaknya.

http://marihanafiah.wordpress.com

Sejarah peralihan kekuasaan dari Daulah Umaiyah ke Daulah Abbasiyah ini bermula ketika bani Khasim menuntut kepemimpinan islam berada ditangan mereka, karena mereka lebih berhak karena sebagai keluarga Nabi.Tuntutan ini bergerak dan menjelma ketika Bani Umayah naik tahta dengan mengalahkan Ali Bin Abi Thalib dan bersikap keras terhadap bani Khasim. Umar bin Abdul Aziz adalah khalifah Bani Umayah (717-720) telah memberi peluang kepada gerakan ini untuk menyusun dan merencanakan gerakan ini lebih nyata, dan pemimpin gerekan ini, Ali Bin Abdullah bin Abbas yang kemudian digantikan oleh anaknya Muhammad, ia telah memperluan gerakannya, kemudian ia telah menetapkan tiga kota sebagai pusat pergerakan, Khurasan sebagai pusat oprasional, Kuffah sebagai pusat penghubung, dan Humayyah sebagai pusat perencanaan. Muhammad wafat kemudian digantikan Ibrahim al –Imam, dan kebijakan yang telah diambilnya adalah memilih panglima perang yang handal yaitu Abu Muslim al –Khurasan, kemudia Ibrahim Al –Imam ini tertangkap oleh pemerintah Daulah Umayah dan dipenjarakan kemudian meninggal dan digantikan oleh Abu Abbas (Saudaranya )

Masa pergerakan untuk merebut dari Daulah Umayah ini terjadi pertempuran yang melibatkan dua kubu tentara Abasiyah dan Umayah, bertempur dekat sungan Zab bagian hulu dan dalam pertempuran itu kemenangan ada difihak bani Abbas dan bala tentaramya, sehingga bergerak dan masuk ke negeri Syam (Suriah) dan disinilah kata demi kota ditaklukan.

Priode tahun 132 H / 750 Daulah Abbasiyah berdiri dan Abu Abbas as-Saffah sebagai khalifah pertamanya. Daulah ini berdiri selama lima abad lebih 132 H s-d 656 H, masa yang sangat panjang itu, telah mengalami perubahan-perubahan pola pemerintahan dalam politik, sosial, budaya.

Berdasarkan perbedaan karakteriktik dari politiknya, maka sejarawan membagi masa Daulah Abasiyah ini pada lima priode.

Priode pertama: 750 M-847 M

Pada priode ini mengalami beberapa pergantian kepemimpinan sebanyak 9 kali , diantaranya : Abu Abbas as-Saffah, Abu Ja’far al –Mansur, al-Mahdi, al-Hadi, Harun al-Rasyid, al-Amin, al-Ma’mun, al-Mutasim dan Al Wasiq.

Abu Abbas as-Safah pada masa pemerintahannyaia sangat keras dalam menghadapi lawan-lawan politiknya, seperti dari kalangan bani Umayah, Khawarij dan Syiah . Upaya dalam mengamankan kekuasaannya diantaranya, adalah :

1. Tokoh-tokoh yang dianggap berlawanan dan tidak sejalan, akan dikucilkan dan disingkirkan

2. Memantapkan stabilitas negara yang baru berdiri dengan memindahkan ibukota dari Khurasan ke Kuffah

Mangangkat aparat eksekutif dan yudikatif, protoKol negara, sekretaris negara, kepolisian negara, dan angkatan bersenjata.

3 Mengangkat hakim pada kehakiman negara

4. Mengembangkan tugas jawatan pos, mengatur surat, menghimpun seluruh informasi didaerah-daerah sehingga administrasi kenegaraan dapat berlangsung lancar, institusi ini bertugas melaporkan kegiatan Gubernur setempat pada khalifah

5. Jabatan Wazir menggabungkan fungsi perdana menteri dan aparat dalam negeri, dan karakteristik daualah ini, dalam manyelesaikan persoalan-persoalan administarasi lebih banyak ditangani keluarga Persia

6. Berusaha kembali menaklukan kembali daerah-daerah yang sebelumnya membebaskan diri

7. Menetapkan keamanan di perbatasan-perbatasan dengan merebut benteng-benteng di asia,Malatia, Coppadecia dan Sisilia tahun 756-758

Puncak popularitas Daulah Abasiyah ini pada zaman khalifah Harun al-Rasyid 786-809 dan putranya Al-Ma’mun 813-833 dan Daulah ini sangat nenekankan peradaban dan kebudayaan Islam dari pada perluasan daerah yang memang telah luas, akibat dari kebijakan yang diambilnya ini propinsi-propinsi yang berada di pinggiran wilayah yang menjadi kekuasaan islam mulai terlepas dari genggaman mereka, karena tidak ada pengawasan dan pembinaan dari pemerintah pusa. Terdapat dua bentuk kasus yang terjadii pada pemerintahan Abbasiyah ini, antara lain :

1. Pemimpin local memimpin suatu pemberontakan dan berhasil pemberontakan tersebut, maka pemerintahan tersebut memerdekakan diri.

2. Orang yang ditunjuk menjadi gubernur oleh khalifah menjadi sanyat kuat, maka gubernur tersrbut memperoklamirkan sebagai pemimpin dan memerdekakan diri.

Pada masa khalifah Al-Mahdi perekonomian sangat meningkat dengan dibangunnya irigasi, sehingga dapat menghasilkan hasil-hasil pertanianyang lebih baik dibanding masa sebelumnya hubungan dengan negara-negara tetangga timur dan barat diperkuat, dan mengelola sumber daya alam secara tepat, sehingga devisa negara bertambah. Tingkat kemakmuran yang paling tinggi adalah pada zaman Harun Al-Rasyid, kesejahteraan sosilan, pendidikan,kesehatan,ilmu pengetahuan secara keseluruhan meningkat secara tajam.

Kebudayaan dan kesusasteraan pada masa inilah menempatkan diri sebagai kerajaan yang terkuat yang tidak tersaingannya oleh negara manapun.

Al Mu’tasim, khalifah berikutnya (833-842) telah memberi peluang kepada orang-orang Turki masuk dalam pemerintahannya, serta mengadakan sistim ketentaraan dengan dibolehkannya orang-orang Turki masuk tentara sehingga banyak diantara mereka menjadi tentara yang professional. Kekuatan dinastii Abbas ini menjadi sangat kuat, tetapi pada akhirnya kekhalifahannya sangat dipengaruhi dan menjadi boneka ditangan orang-orang turki.

Khalifah Al Wasiq ( 833-842 ) mencoba melepaskan diri dari dominasi tentara Turki tersebut dengan usaha memindahkan ibukota ke Samarkan, tetapi usaha itu sia-sia., dan tetap saja berada dalam dominasi bangsa Turki.

Fakror-faktor yang mendorong Daulah Abbasiyah mencapai masa kejayaannya., antara lain:

1. Terjadinya asimilasi dalam Daulah Abbasiyah( berpartisipasinya unsure-unsur non arab) terutama bangsa Persia dalam membangun peradaban Islam.

2. Dari kebijakan Daulah Abasiyah yang berorientasi kepada pembangunan peradaban dari pada melakukan perluasan wilayah.

3. Kebudayaan Persia telah memberikan Khazanah peradaban Isalm dalam bidang keilmuan dan pemerintahan yang sejak lama sudah berkembang.

4 Banyak penulis Persia memelopori perkembangan dalam islam, misalnya Abu Hanifah dalam bidang hukum islam,. Sibawaih dalam bidang gramatika bahasa ArabKisai dalam bidang kiraat.

Khazanah kebudayaan India telah memberi warna terhadap peradaban Islam dengan masuknya ilmu kedokteran, perbintangan, matematika. Dan masuknya budaya Yunani karena masuk Islam ke kota Jundiskapur, Haran, Antokia, dan Iskandariyah , seperti Jundiskapur, kedokteran, Iskandariah, Filsafat ,dan Haran metematik dan ilmu falak.

Semuanya itu berkembang dengan sarana yang disediakan kebudayaan Arab, yaitu keagamaan dan bahasa, Perkembangan ilmu pengetahuan sangat cepat setelah Khalifah mendirikan lembaga-lembaga pendidikan yang sesuai dan dikengkapi dengan perpustakaan yang besar diantaranta Baitu Al-hikmah. Darul hikmah yang didirikan Harun Ah- Hikmah. Pada pemerintahan Al Makmun perpustakaan yang didirikan ayahnya lebih menyerupai sebuah Universitas dimana terdapat berbagai kitab agama dan kitab-kitab ilmu pengetahuan lainnya secara lengkap, orang-orang datang keperpustakaan dengan tujuan untuk membeca, menulis serta berdiskusi. Perpustakaan ini berfungsi untuk melakukan penerjemahan terutama pada bidang kedokteran, filsafat, matematika, astronomi dan ilmu alam, sehingga dalam perkembangan selanjutnya Islam telah mengembangkan ilmu-ilmu yang telah diterjemahkan tersebut dan mendapatkan temuan-temuan ilmu baru , disinilah sumbangsih Islam, berupa ilmu dan peradaban terhadap dunia.

Pada masa periode ini banyak gerakan yang mengganggu stabilitas baik dari kalangan bani Abbas atau pun dari luar sepertib revolusi Khawarij, di Afrika utara, gerakan jindik, gerakan syiab dan konflik-konflik bangsa serta aliran pemikiran agama, itu semua dapat di tumpas.

Dengan tercapainya puncak kejayaan telah mendorong para penguasa hidup bermewah-mewah dan cenderung berfoya-foya, pola hidup yang seperti itu dicontoh oleh generesi mudanya baik dari kalangan pejabat dan anak-anaknya. Terjadi jurang pemisah antara si kaya dan si mislkin sehingga memberi peluang kepada para tentara untuk mengambil kendali pemerintahan. Kondisi seperti ini memberi peluang runtuhnya kekuasaan Daulah Abbasiyah dan merupakan awall keruntuhan dinasti ini, walaupun usianya masih dapat bertahan lebih dari empat ratus tahun lagi.

Bersambung.

http://marihanafiah.wordpress.com

5 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. AN NABA’

    Wahai ahli kitab, telah datang kepadamu utusan kami yang menjelaskan kepadamu tatkala peringatan rasul-rasul terputus, agar kamu tidak berkata: tidak datang kepada kami pembawa berita gembira dan peringatan. Padahal sudah datang kepadamu pembawa berita gembira dan peringatan. Dan Allah maha kuasa atas segala sesuatu. (Al Maa-idah 5 : 17)

    Salam sejahtera dan keselamatan bagi orang-orang yang beriman (percaya) ketika datang kepadanya orang yang menyerukan ayat-ayat Allah dengan terang dan jelas. Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam, baik itu alam dahulu maupun alam yang akan datang, dan yang nyata bagi umat yang hidup di zaman ini yang mana bagi umat yang telah lalu ada seorang pemberi peringatan yang datang kepada mereka dengan bahasa yang dapat dimengerti oleh kaumnya. Dialah Rasul (utusan) Allah yang datang sebagai Pemimpin umat yang hidup ketika itu. Setelah sekian lamanya berlalu, agama yang dibawanya dari sisi Allah yaitu islam yang selalu terdepan, yang mempunyai satu aqidah, satu keyakinan dan satu Pemimpin semakin lama semakin tertinggal dan terpuruk. Masing-masing berjalan sesuai dengan apa yang didapati dari nenek moyangnya, walaupun nenek moyangnya tidak mengetahui apa-apa dan tidak mendapat petunjuk. Ada diantara mereka itu yang mendapati dan mengetahui ilmu agama dari buku-buku tanpa bimbingan seorang guru yang Mursyid dan ada yang dari perguruan tinggi ilmu agama, bahkan ada yang mengajar dimana-mana dan berceramah di rumah-rumah, di atas mimbar disetiap mesjid yang tujuannya benar untuk menyatukan umat. Nah…! Yang lebih mengherankan lagi banyak dari perguruan tinggi ilmu agama yang setiap tahunnya melahirkan ulama-ulama (Ustadz, kyai, syekh dan sebagainya) dinegeri ini malah semakin banyak manusia yang tidak karuan. Kamunyakah yang tidak mau mengadakan pembenahan diri atau ulamanya yang tidak bertanggung jawab atas apa yang telah

    dikumandangkannya disetiap mesjid untuk menyeru umat bersatu. Tetapi tidak tahu kemana satunya, yang tiap-tiap diri menuruti keinginannya masing-masing. Dan tidak ada diantara kamu yang mengambil pelajaran.

    “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (pelajaran) bagi orang yang berakal”.

    Maka pada hari ini kami datang dengan membawa berita besar dan mengumandangkan pada tuan-tuan sekalian, apakah kamu orang yang tahu (berilmu / uutul kitaab) atau tidak tahu (tak berilmu / ummiy) sama sekali, bahwa:
    “Pemimpin telah datang”
    yang mengajak kepada tuan-tuan untuk bersatu pada satu pemimpin yang mana dari tiap-tiap pemimpin akan kami tanyakan atas apa yang kamu pimpin selama ini. Dia telah memerintahkan kepada tuan-tuan sekalian “Taat patuhlah kamu kepada ALLAH, dan taat patuhlah kamu kepada Utusan (rasul) serta pada pemimpin yang dari kamu”. Untuk taat patuh kepada Allah, tidak bisa tidak kamu mesti taat patuh kepada Utusan (Rasul) dan untuk benarnya kamu taat patuh kepada Allah dan Rasul kamu mesti datangi pemimpin yang telah didatangkan oleh tuhanmu kepadamu. Pemimpin, Utusan dan Allah, bukan tiga melainkan satu jua adanya. Begitu juga alam yang dahulu, alam yang akan datang dan alam yang kamu hidup dimasa ini, bahwa itu bukan tiga namun satu jua adanya. Benarnya kamu beriman (percaya) kepada Utusan-utusan (rasul) yang dahulu kamu pasti percaya kepada orang yang didatangkan oleh Tuhanmu sebagai pemimpin pada saat sekarang ini.

    Jika sebaliknya, kamu menentang kehadirannya berarti kamu mengadakan dusta terhadap Allah, nyatalah bahwa kamu adalah pembohong besar, kamu telah mengingkari Alqur’an, karena dia datang dengan Alqur’an yang menjelaskan segala kitab-kitab yang ada padamu.

    “Dan apabila dikatakan kepada mereka: ikutilah apa yang telah diturunkan Allah; mereka menjawab; “tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari nenek moyang kami”.

    Ketahuilah wahai tuan-tuan, bahwa sesungguhnya Pemimpin itu ialah orang yang datang dengan keterangan yang nyata dari sisi tuhan yang maha rahman lagi rahim sebagai nikmat yang dianugerahkan kepadamu sekalian. Didalam sholatpun tuan-tuan telah memintanya.

    “Tunjukilah kami jalan yang lurus, yakni jalan orang-orang yang telah engkau anugerahi nikmat atas mereka”.

    Sesungguhnya ketika kamu iman (percaya) dengan apa yang telah disampaikannya kepadamu yang dari Tuhanmu sungguhlah kamu telah mendapat petunjuk dan janganlah kamu mati sebelum memeluk agama Islam dan bersaksilah kamu dengannya atas penyerahan diri (Islam)mu secara keseluruhan dan sampailah kamu kepada taqwa yang sebenar-benar taqwa. Itulah satu hikmah yang sempurna dan kesempurnaan iman bagi siapa saja yang mengharap perjumpaan dengan Tuhannya tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.

    Sesungguhnya Agama yang disisi Allah adalah Islam. Berarti disisi Allah adalah disisi Utusan (Rasul)Nya, itulah disisi Pemimpin yang datang kepadamu menceritakan kisah yang sebelumnya dan padanya segala kunci-kunci yang ghaib, maksudnya kunci-kunci atau pintu-pintu yang tidak kamu ketahui darimanakah kamu akan memasukinya dan dari manakah kamu akan melalui jalan keluarnya.

    “Sembahlah kamu Allah, Taqwa kepada-Nya, serta ikut Aku”

    Sekali-kali Dia tidak mengharapkan upah sedikitpun darimu atas seruan ini. Jika diantaramu ada yang mengingkari apa yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadanya untuk menyampaikannya kepada seluruh manusia, sungguh kamu telah mengingkari dirimu sendiri. Kamu berlepas diri dari apa yang kami diperintahkan dan kami berlepas diri pula dari apa yang kamu usahakan. Jangan kamu berkata belum datang kepadamu orang-orang yang memberi peringatan, sesungguhnya sudah datang kepadamu dengan ayat-ayat suci Tuhan sebagai penyambung lidah Rasulullah yang sekian lama terputus. Maka ketahuilah dan saksikanlah bahwa kamilah orang-orang yang berserah diri (Islam).

    Pada masa ketetapan Ibrahim a.s, dia telah membuka pintu-pintu dengan memerintahkan kepada kaumnya ketika itu, agar jangan menyembah yang selain Allah. Dia telah mengkisahkan tanda-tanda Tuhannya kepada umat dimasa itu, setelah mereka mendengar tentang apa yang diturunkan kepada Ibrahim yang dari Tuhannya. Tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim melainkan orang yang memperbodoh dirinya. Maka diperintahkan kepada mereka yang beriman (percaya) kepada apa yang telah dikumandangkannya, diwajibkan agar jangan mati sebelum memeluk agama Islam. Mereka menyaksikan atas keislaman mereka dan Utusan (Rasul) menjadi saksi bagi umatnya dimasa itu.

    “Itu adalah umat yang telah lalu, baginya apa yang di usahakannya dan bagimu apa yang kamu usahakan dan kamu tidak akan dimintakan pertanggung jawaban tentang apa yang mereka kerjakan”. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah, sedang tiap-tiap urusan ada ketetapannya yang telah ditetapkan oleh Utusan-utusan (Rasul)Nya, Dialah pemimpin menjadi saksi umat yang didatangkan Allah setiap masa dan zamannya yang kedatangannya itu tidak bisa ditunda-tunda. Jika kamu masih saja ragu-ragu dengan apa yang telah disampaikannya kepadamu dan kamu masih saja menunggu untuk melihat benar atau tidaknya orang itu maka tunggulah, kamipun termasuk orang-orang yang menunggu didatangkannya azab kepadamu. Saksi, Utusan dan Allah bukan tiga melainkan satu jua adanya. Apabila telah datang orang yang dengan alqur’an memberi peringatan kepadamu, kamu masih saja mengikuti apa yang kamu dapati dari nenek moyangmu maka sia-sialah perbuatanmu selama ini yang kamu menyangka telah berbuat sebaik-baiknya.

    Buatlah keterangan seperti apa yang kami buatkan ini agar kami yang ikut denganmu, kalau kamu tidak mampu membuatnya berarti bukan kamu orang yang patut diikuti dan sudah seharusnyalah kamu menyatukan dirimu kepada Pemimpin yang mutlak. Jika benar kitabmu Alqur’an, Ayo…!! Bersatulah, kalau tidak kamu termasuk ahli neraka.

    “Walladziina sa’au fii aayaatinaa mu’aajiziina ulaa-ika ashhaabul jahiim.

    Dan orang-orang yang berusaha dengan maksud menentang ayat-ayat Kami dengan melemahkan; mereka itu adalah penghuni-penghuni neraka.”

    Penulis : Muhammad Rudi Aulia
    Dept. Seni & Budaya HIMPASS

    *Sekarang kami membuka pintu untuk berdiskusi, musyawarah ataupun pertemuan wadah lainnya baik itu diundang atau mengundang. Yang tujuannya agar umat ini bersatu, dan mempunyai pemimpin (Ulama, imam, Khalifah, dsb). Tidak beribadah sendiri sindiri atau menganggarkan ilmunya masing-masing dan menyatakan mereka paling benar dan menyesatkan yang lain. Sungguh hal yang demikian membuat kerusakan dimuka bumi.

    Seruan kami ini untuk semua kalangan apakah itu muda maupun tua, kaya atau miskin, pintar atau bodoh, bahkan untuk orang yang alim lagi ‘abid.*

    http://www.hariyanto27.wordpress.com
    hp. 061-77959109

    _________________________________

    Syukron pak Hariyanto, Bapak telah berkunjung ke blog kami, mudah-mudahan kita diberi kekuatan lahir dan bathin dan dapat beramal shalih sesuai dengan tuntutan agama. amiin.

    http://www.marihanafiah.wordpress.com

  2. Syukron Katsiron akhi untuk tausiyahnya.. ^_^. sering2 mampir yah. ditunggu kedatangannya terus.

  3. sembah nuwun atas tausiyahnye. mg2 bermanfaat bagi semua ihwan muslim…

  4. Makasih ya, buat artikelnya.
    Bisa nambah-nambah pengetahuan.

  5. tarus kembangkan agama islam dan jangan pernah mundur ALLAHUAKBAR


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: