Mengenal Bahasa Arab Fush-hah

June 6, 2008 at 4:59 am | Posted in Bahasa | 5 Comments

Oleh : Sulaiman

Kita perlu mengenal bahasa arab Fush-hah lebih jauh, karena bahasa ini dituturkan dan menjadi bahasa resmi pada negara-negara arab, seluruh suku arab yang berjumlah banyak sekali dari Asia sampai Afrika memahami bahasa ini, walaupun mereka memiliki dialek yang berbeda dan berasal dari berbagai negara, dan seluruh umat islam termasuk ‘ajam atau selain orang arab pada setiap negara di seluruh dunia mengenal bahasa ini.

Bahasa arab merupakan salah satu bahasa tertua di dunia, sebuah bahasa Semitik dari daerah wilayah Jazirah Arab dan sebuah bahasa yang terbesar dari segi jumlah penutur dalam keluarga bahasa Semitik, Bahasa Arab telah memberi banyak kosakata kepada bahasa lain, terutama terminologi agama pada masyarakat Islam (seperti pada bahasa Indonesia kata “imam” artinya ‘ketua sembahyang), sama seperti pengaruh bahasa Latin kepada kebanyakan bahasa Eropa. Semasa Abad Pertengahan bahasa arab juga merupakan alat utama budaya, terutamanya dalam sains, matematika dan filsafah, yang menyebabkan banyak kata pinjaman dari bahasa arab pada banyak bahasa Eropa.

Bahasa Arab terbagi dua yaitu “Al-‘Arabiyyah Fush-hah” dan “Al-‘Arabiyyah Al-‘Ammiyah”.

1. “Al-‘Arabiyyah Fush-hah” atau bahasa arab fush-hah adalah bahasa arab standar yang merupakan bahasa resmi pada negara-negara arab, dan menjadi bahasa resmi kelima yang dipergunakan Perserikatan Bangsa Bangsa dan umumnya dipergunakan oleh masyarakat muslim sebagai bahasa ritual ibadah. Bahasa ini merupakan bahasa Arab “tinggi” yang dipakai oleh para ulama dan sarjana; dengan kata lain bahasa kaum literati atau dianggap bahasa orang alim. Jadi bahasa arab standar biasanya hanya dipakai dalam konteks yang resmi, seperti dalam diskursus ilmiah, naskah-naskah perjanjian dan lain-lain.

2. “Al-‘Arabiyyah Al-‘Ammiyah” atau bahasa arab umum dan sering disebut sebagai bahasa arab pasaran adalah bahasa arab yang dipakai dalam percakapan sehari-hari di dunia arab, bahasa ini lebih luas dipakai dalam kehidupan sehari-hari, karena bangsa arab suka bergaul dan berhubungan dengan bangsa lainnya, maka bahasa arab bercampur dengan bahasa daerah setempat, pengaruh bahasa lokal terhadap bahasa arab menyebabkan terdapat banyak sekali dialek, diantaranya bahasa arab dialek Mesir, Maghribi, Iraq, Sudan, Hijazi, Najd, Yaman, Sisilia, Andalus dan bahkan setiap suku bangsa arab memiliki dialek dan intonasi penuturan tersendiri.

“Al-‘Arabiyyah Al-‘Ammiyah” atau bahasa arab umum, asal mulanya berasal dari “Al-‘Arabiyyah Fush-hah” atau bahasa arab standar dan belum pernah ditemukan sebaiknya, contohnya seperti kalimat :( ايش معنى هذا؟ “Ish ma’na hadza?” (Maksudnya: ‘Apakah artinya ini?’) Kata ايش “ish” yang artinya ‘apakah’ seringkali kita jumpai dalam bahasa Arab pasaran yang dipakai saat ini, berasal dari ‘Arabiyyah Fush-hah” atau bahasa arab standar. Kata ini merupakan penggabungan dari dua kata, yakni kata ايٌّ “ayyu” yang artinya ‘apa’ atau ‘ yang mana’ dan kata شيَْئٍ “shai’in” yang artinya ‘sesuatu’

Salah satu ciri “Al-‘Arabiyyah Al-‘Ammiyah” atau bahasa Arab pasaran, terjadinya bentukan kata baru dari penggabungan kata dan hilangnya fenomena i’rab dan atau kurang mematuhi nahu shorfnya, hal ini menjadikan perasaan riskan bagi mereka yang mempelajari bahasa arab fush-hah, sehingga orang-orang yang menguasai bahasa Arab pasaran dianggap sebagai orang yang kurang mampu berbahasa Arab dengan benar.

Mencari data-data tentang “Al-‘Arabiyyah Al-‘Ammiyah” atau bahasa arab umum sulit didapat, padahal bahasa ini adalah bahasa pergaulan yang perkembangannnya sangat dinamis dari waktu ke waktu, hal ini disebabkan kalangan sarjana dari masa klasik sampai sekarang kurang bersemangat menyambut bahasa Arab umum, sehingga kita tidak tahu perkembangannya dan yang mereka tulis selama ini adalah bahasa arab standar yang sama sekali tidak mencerminkan bahasa yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari.

Terdapat kecenderungan bahasa arab fush-hah akan selalu hidup dan berkembang dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan dan akan menjadi bahasa arab modern, nasibnya tidak seperti bahasa latin yang menjadi bahasa mati dan hanya banyak dipakai pada istilah kedokteran. Bahasa Arab “modern” yang dipakai dalam kehidupan masyarakat Arab saat ini, adalah bahasa arab fush-hah dengan mengembangkan tata-bahasanya, mampu menyerap dan mengembangkan istilah-istilah ilmiah. (seperti kataمستشرقون “mustasyriqun” artinya ‘para orientalis’ asal katanya شرق“syarqu” artinya ‘timur’ dibentuk dalam pola kata استفعل <istaf’ala> menjadi استشرق<istasyroqo> dan dibentuk dalam pola isim failnya menjadi مستشرق<musytasyriq> artinya orientalis).

Bahasa arab fush-hah atau bahasa arab standar adalah bahasa yang dipergunakan dalam Al-Qur’an sebagaimana firman Allah:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.”

Bahasa dalam Al Qur’an ini, walaupun mematuhi I’rob dan nahu shorfnya, kalaupun ada pengecualian, pasti terdapat hikmah atau sesuatu rahasia yang hanya Sang Pencipta yang mengetahuinya, (seperti terdapat ayat-ayat mutasyabihaat) tetapi dari segi nizhom dan iramanya sangat enak dibaca dengan tujuh jenis bacaan (Qiroah sab’ah), disamping dari segi artinya yang sangat khas, sangat dalam, dan sangat bermutu, maka celaka jika diterjemahkan secara dangkal atau asal-asalan. (Nabi bersabda: Barangsiapa yang menerjemahkan Al Qur’an menurut pendapatnya sendiri maka dia telah menempati api neraka. Hadis riwayat Imam Muslim)

Sebagian para ulama menggali dan mengembangkan tata bahasa arab berdasarkan penelitiannya terhadap bahasa arab yang dipergunakan dalam Al Qur’an, dan mencoba mencari tahu berbagai hikmah dan rahasia dibalik pengecualiannya atau penyimpangan dari tata bahasanya, tetapi tetap belum terungkap.

Salah satu aspek yang menarik perhatian sastrawan, adalah bahwa aturan-aturan berkenaan dengan kaidah tata bahasa dan ilmu bahasanya kurang secara konsisten dipatuhi pada karya-karya sastra, sebab kalau kaku mengikutinya maka nizhom dan iramanya akan menjadi sumbang dan kurang pas, seperti pada syi-ir atau syair atau puisi dan juga pada buku-buku cerita lainnya. Contoh hal yang terjadi pada Umar bin Khattob radhiyallahu ‘anhu, dia salah seorang ahli sastra dan ahli ilmu bahasa arab, ketika dia mendengan bacaan Al Qur’an dia sangat takjub dengan susunan kalimatnya yang sangat indah dari segi sastra dan hatinya langsung tersentuh, (lihat : Ibnu katsir berkata ketika menafsirkan surat Yusuf ayat 2 di atas: “Yang demikian itu (bahwa Al -Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab) karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling fasih, jelas, luas, dan maknanya lebih mengena lagi cocok untuk jiwa manusia) demikian tertariknya, sampai termenung lama sekali dan dirasakannya bahwa Al Qur’an adalah otentik dan orsinil dari Sang Pencipta, akhirnya Umar bin Khattob radhiyallahu ‘anhu masuk agama islam dan Dalam hadits lain dari ‘Umar radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Pelajarilah bahasa ‘Arab dan ilmu waris karena keduanya bagian dari agamamu.”

Bahasa arab fush-hah kaya akan kaidah tata bahasa (yang terkenal ada seribu kaidah, atau disebut kitab “alfiah” kata ‘alf’ artinya “seribu” ) bahasa lain jumlah kaidah tata bahasanya tidak sampai seribu, dan juga kaya akan kosa kata, semua kata terbagi tiga, yaitu “Isim, Fi’il dan Harf”:

1. “Isim” adalah kata benda, termasuk : nama orang, nama tempat, dan semua penamaan atau panggilan, kata keterangan waktu, kata keterangan tempat serta kata sifat dan kata bentukan yang menjadi kata sifat;

2. “Fi’il” adalah kata kerja, terdapat dimensi waktu, kata kerja yang telah lalu adalah “Fi’il Madli” dan untuk kata kerja sekarang dan akan datang adalah “Fi’il Mudlori’” adapun kata perintah atau “Fi’il Amr” dan kata larangan atau “Fi’il Nahi” termasuk dalam dimensi sekarang dan akan datang.

3. “Harf” atau huruf (bentuk jamak dari “harf” adalah “huruf”) berbeda dengan huruf abjadnya atau huruf hijaiyah yang berorientasi pada pangucapan, huruf berorientasi pada arti, setiap huruf mengandung arti, atau dapat merubah arti pada kata yang diikuti huruf bisa terdiri dari satu huruf hijaiyah seperti huruf “Waw” yang artinya “dan” atau “beserta”, dan bisa lebih dari satu seperti huruf “Min” yang terdiri dari huruf “Mim” dan “Nun” yang artinya dari atau berasal dari atau sebagian dari.

Bahasa arab fush-hah adalah bahasa simple, fleksibel dan tidak ambigu karena susunan kalimat sederhana dan praktis.

1. Bahasa Arab Fush-hah adalah bahasa yang simple, karena hanya terdapat dua pola kalimat, yakni : (1) Pola kalimat pertama adalah “Al Jumlah Ismiah” atau klausa nomina (seperti “Umar berdiri” dalam bahasa arabnya ‘Umar qa’imun) dan (2) Pola kalimat kedua adalah “Al Jumlah Fi’liyyah” atau klausa verbal (seperti “Berdiri Umar” dalam bahas arabnya ‘Qama Umar), kalimat yang diawali dengan kata kerja tidak ada dalam pola Bahasa Indonesia.(Pola Bahasa Indonesia adalah Subyek, Predikat dan Obyek)

2. Bahasa Arab Fush-hah adalah bahasa yang fleksibel, karena suatu konsep/pesan/maksud dapat diutarakan dengan kedua pola kalimat tersebut diatas, dan bahkan subyek dan obyeknya bisa bertukar tempat. (contohnya “Ali memukul Ahmad” dalam bahasa arabnya ‘Dloroba Aliyu Ahmad’ atau ‘Dloroba Ahmada Ali’)

3. Bahasa Arab Fush-hah artinya jelas, tegas dan tidak ambingu, walaupun bahasa arab ditulis dalam huruf “gundul” atau tidak berbaris, tidak berharakat (seperti kita dapati pada surat kabar dan majalah) tetapi karena terdapat “I’rob” atau perubahan baris akhir setiap kata pada cara membacanya, maka artinya menjadi jelas dan tidak akan terjadi ambinguitas. Kesalahan membaca bagi pemula akan berubah arti seperti kata كتب bila dibaca كَتَبَ “kataba” artinya ‘telah menulis’ tetapi bila dibaca كُتُبٌ “kutub” artinya ‘buku-buku’ (jamak buku).

Bahasa arab sulit atau mudah tergantung penilaian pembaca, tapi bagi orang Indonesia ada dua hal yang memudahkan untuk belajar bahasa arab yakni :

1. Segi pelafalan pengucapan, kebiasaan pelafalan bahasa Indonesia telah banyak mencakup huruf arab/hijaiyah, tinggal melatih beberapa huruf yang dianggap paling sulit seperti : ض “dlod” ع “’ain” ح “ha’”

2. Kata serapan dalam bahasa Indonesia banyak yang berasal dari bahasa arab yang seharusnya kata-kata bahasa arab sudah tidak asing lagi, terdapat beberapa katagori :

a. Lafal dan arti masih sesuai dengan aslinya. (seperti : abad, adil, kitab)

b. Lafalnya berubah, artinya tetap. (seperti : lalim dari zholim ظالم)

c. Lafal dan arti berubah dari semula (seperti : logat dari lughohلغة)

Sungguh memperihatinkan jika bahasa arab dinilai sulit lalu timbul sikap kehati-hatian dan tidak mau belajar bahasa arab atau takut salah sehingga lalu tidak mau mempraktekkan bahasa arab, dan sangat keliru mengganti bacaan bahasa arab dalam ibadah wajib dengan bahasa Indonesia maka ibadahnya jadi rusak. (seperti yang terjadi pada pesantren “lelaku”) Kiranya sudah saatnya para ulama, kiai, dan sarjana untuk membakukan standar kualitas mutu pendidikan bahasa arab pada semua lembaga pendidikan di Indonesia. Kapan hal ini akan terealisir ?

5 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Artikel-artikel yang bagus ini untuk siapa? Saya tahu upaya keras dari bu Mari dan Pak Sulaiman untuk membangun blog ini, itu sangat saya hargai, tetapi melihat ‘blog stats’nya yang baru 397 dan artikelnya yang tidak dikomentari orang, saya yakin bahwa tujuan dibuatnya blog ini pasti belum tercapai. Blog ini belum mempunyai ‘pelanggan’ dan belum dikenal oleh komunitasnya. Perlu diingat bahwa ada ratusan juta blog terserak di dunia maya, dan ada milyaran orang yang mengembara dari satu blog ke blog yang lain. Bagaimana orang akan singgah di blog kita kalau blog ini tidak pernah dipromosikan? Maka promosikan blog ini, dekatkan pada komunitinya supaya tidak mubazir ……! Salam!

  2. assalamualikum ustadz…saya harap ini menjadi awal yang baik sehingga dengan adanya tulisan2 yang berhubungan dengan bahasa arab atau budaya arab akan menambah wawasan dalam memahami bahasa arab itu sendiri. apalagi bila didukung dengan promosi. maju terus ustadz..

  3. Bagi yang berminat untuk mengetahui tentang Bahasa Arab silahkan klik link “sulaiman” atau cari di google : “sulaiman weblog” atau cari di “http://jenahudin.wordpress.com”

  4. FAKTA LUGHATUNÂ
    Hanya dengan syarat telah mampu membaca Alquran, insya Allah hanya dengan 16 pertemuan Anda mampu MEMBACA dan MENERJEMAH KITAB BAHASA ARAB.
    http://www.lughatuna.com
    (021) 982 941 24
    Pada Ahad, 29 Rabiul Awwal 1429 / 6 April 2008, bertempat di Masjid Wadhah Albahr Pusdiklat Dewan Dakwah Tambun Bekasi Jawa Barat, Lughatunâ Arabic Course mengajak kaum Muslimin/Muslimat sekitar menyaksikan keberhasilan Lughatunâ Arabic Course mengantarkan peserta didiknya (yang sebelumnya tidak mengenal bahasa Arab, kecuali bisa membaca Alquran) mampu membaca kitab bahasa Arab (sumber bacaan kitab adalah Zâdul-Ma`âd, jilid 1, hal. 248-250) hanya dalam waktu maksimal 16 pertemuan (per pertemuan 40 menit x 5 jam pelajaran). Bagaimana caranya? Buku Lughatunâ adalah kunci sukses pendidikan bahasa Arab di Lughatunâ Arabic Course.

    BUKU LUGHATUNÂ? Buku Lughatunâ memuat hal-hal yang paling pokok tentang Nahw (tata kalimat) dan Sharf (tata kata) dalam bahasa Arab. Materi yang dipilih berdasarkan pada seringnya suatu tata kalimat atau tata kata digunakan. Materi dan tadribat (latihan) menampilkan penggunaan bahasa dalam lingkup ibadah yang menjadi keseharian individu Muslim, selain juga menggunakan nas-nas (teks-teks) Alquran. Hal lain, buku Lughatunâ disertai cara pembelajaran yang akan membantu Anda mempelajari materi ajar secara mandiri dengan mudah dan cepat, insya Allah.

    BUKU LUGHATUNÂ KAYA INOVASI
    Apa yang membedakan buku Lughatunâ dengan buku pelajaran bahasa Arab lainnya?

    1. Buku Lughatunâ disusun berdasarkan prinsip dan karakteristik warga belajar dewasa.

    2. Buku Lughatunâ disusun untuk pemula.
    Buku Lughatunâ ditulis dengan bahasa Indonesia, sehingga memudahkan bagi pemula yang ingin belajar bahasa Arab. Hanya disyaratkan telah mampu membaca Alquran untuk dapat mempelajari buku Lughatunâ.

    3. Buku Lughatunâ disertai alat pembelajaran.
    Sebagai upaya agar buku Lughatunâ dapat dipelajari secara mandiri, buku Lughatunâ disertai alat pembelajaran, seperti:

    a. Memaparkan cara membentuk kata atau kalimat selangkah demi selangkah, khuthwatan fa-khuthwatan, step by step.

    b. Materi disusun secara hierarki dan berurutan serta disertai tadribat (latihan) secara terpisah.

    c. Halaman buku Lughatunâ dibagi dua.
    i. Badan halaman: memuat pokok bahasan materi.
    ii. Tepi halaman: memuat pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan materi

  5. Mohon bntuannya cari percakapan sederhana b.arab donk…..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: